03.02.2010 16:19:26 WIB
BANDUNG: Melalui cara non formal, seperti kesenian akan lebih efektif untuk merubah paradigma masyarakat tentang trafficking yang saat ini lebih dipandang sebagai masalah Hak Asasi Manusia (HAM) ketimbang kejahatan.
Wakil Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan (GTPP) korban trafficking Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan, mengatakan sampai saat ini masih banyak orang tua yang menghalalkan segala cara bagi anaknya, agar dapat mememenuhi kebutuhan hidupnya.
“Mereka tidak berfikir bahwa itu telah melanggar undang-undang trafficking, yang penting kebutuhan ekonominya bisa terpenuhi,” ujarnya.
Netty khawatir, jika semua orang tua berfikir seperti itu, akan banyak anak yang dieksploitasi untuk bekerja tanpa memperhatikan hak-hak mereka sebagai anak-anak.
“Saya berharap sinergi bisa terbangun, antara ulama, MUI dan budayawan mampu sedikit demi sedikit mengubah paradigma yang sudah sekian lama dengan caranya masing-masing,” ucap Netty. (BB-44)